Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tugas Kuliah Autobiografi


( AUTOBIOGRAFI )

PERJALANAN HIDUP

GADIS DELAPAN BELAS TAHUN

 

 

KELUARGA KECILKU

 

18 Tahun yang lalu, tepatnya tanggal 14 Februari  1994. Telah lahir seorang  bayi, berjenis kelamin perempuan  di Rumah Sakit Harapan Anda, Pontianak. Bayi tersebut diberi nama Lisda Dina Uli Pangaribuan, itulah nama saya yang memiliki makna tersendiri. Sesudah proses persalinan, saya  dibawa pulang oleh kedua orang tua saya ke kota asal mereka yaitu Sanggau, Kalimantan Barat. Ayah saya adalah seorang wirausahawan sedangkan Ibu saya bekerja sebagai guru Sekolah Dasar Negeri, Ayah saya adalah seorang pria yang berwibawa dan tegas dalam mendidik anak-anaknya sedangkan Ibuku adalah seorang wanita yang baik dan penuh kasih sayang dan saya memiliki seorang adik perempuan, Dia bernama Eva Aprilia Saesarini Pangaribuan, perbedaan umur antara kami berdua sekitar 4 tahun . Saya memiliki kegemaran dalam bidang seni dan sastra, Hobi saya adalah mendengarkan musik, akting drama, dan tarian daerah. Karena menurut saya, tarian daerah memiliki makna berbeda disetiap daerahnya, serta menjunjung tinggi adat masing-masing suku.

Walaupun sejak lahir hingga berusia 18 tahun telah menetap di Kalimantan Barat, namun saya beserta keluarga bukan suku asli daerah tersebut yaitu  suku Dayak dan Melayu. Suku asli saya adalah suku Batak, oleh sebab itu banyak tetangga yang memanggil saya dengan panggilan “Butet”. Tahun demi tahun berlalu, tanpa terasa saya telah berusia 5 tahun. Kedua orang tua saya pun memberikan pembekalan pelajaran sejak dini melalui lembaga pendidikan yaitu Taman Kanak- Kanak, atau biasa masyarakat sebut TK.
 
 
PENDIDIKAN TK HINGGA SMP DAN PRESTASI
Saya tercatat sebagai murid Taman Kanak-Kanak pada tahun 1999-2000, di TK Paroki Katedral Sanggau, TK tersebut di bawah naungan Keusukupan gereja Katholik Katedral Sanggau. Masa-masa TK saya lewati dengan penuh kecerian, segala jenis permain yang disediakan oleh pihak Taman Kanak-Kanak selalu saya pergunakan bersama teman-teman. Sejak TK, bakat serta keberanian untuk tampil di muka umum telah terlihat. Ibu saya yang menyadari akan bakat saya dalam membaca puisi, terus mendorong dan membawa saya tampil di berbagai acara, terutama kegiatan keagamaan. Dari kecil, saya sudah sering membaca puisi di perayaan natal di gereja. Pada awalnya, saya hanya membaca puisi sekedar main-main dan tidak ada keselarasan antara isi puisi dan mimik wajah saya saat membacakan puisi, seiring berjalannya waktu Ibu saya memberikan pengajaran dan teknik-teknik dalam membaca puisi yang baik dan benar. Pada saat masuk di TK Paroki, saya langsung memasuki kelas nol besar, sehingga hanya butuh waktu satu tahun bagi saya untuk mengeyam pendidikan dasar taman kanak-kanak.
Pertengahan tahun 2000, saya telah menduduki bangku Sekolah Dasar. Pada saat itu, saya tidak melanjutkan pendidikan SD yang dinaungi oleh pihak Katedral seperti waktu saya TK. Saya bersekolah di SDN 09 Sanggau, yang letaknya di belakang rumah saya. Ketika saya kelas 5 SD, ada dua perlombaan saya ikuti. Perlombaan pertama adalah Gerak Jalan, dan mendapat juara 2 tingkat Kabupaten Sanggau, pada perlombaan ini sekolah saya mengirimkan 2 kontingen namun hanya kontingen putri yang mendapat juara. Lomba kedua, saya dan kedua orang teman saya dipilih sebagai perwakilan sekolah mengikuti  Lomba Mata Pelajaran ( LMP ), dalam ajang tersebut kami memperoleh juara pertama tingkat Kabupaten Sanggau dan mewakili Kabupaten Sanggau untuk lomba di Pontianak. Ternyata para pesaing dari kota-kota lain sangat hebat sehingga kami hanya mampu lolos di tahap 2. Walaupun tidak mendapatkan predikat juara tapi kami tetap bangga, karena dapat menjadi perwakilan dari Kabupaten Sanggau. Setelah 6 tahun, saya menempuh pendidikan Sekolah Dasar, akhirnya saya lulus pada tahun 2006.
 
Lulus dari tingkat Sekolah Dasar, saya melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Sanggau. Awal masuk sekolah saya masuk di kelas 7D. Pada ajaran  baru, saya naik ke kelas 8A, ini suatu pencapaian yang membahagiakan bagi saya. Karena kelas 8A, adalah bilingual class atau kelas pilihan. Penilaian untuk masuk ke kelas tersebut dilihat dari nilai rapor kelas tujuh semester dua.
 Di kelas delapanlah saya mengukir prestasi, saya mengikuti lomba HUT Pramuka. Ada 10 perwakilan putri dan 10 perwakilan putra dari sekolah saya, diperlombaan tersebut kami memenangkan 3 kategori, tapi yang menurut saya paling membanggakan dan tak dapat tergantikan saat saya menjadi perwakilan Kabupaten Sanggau sebagai peserta lomba  Baca Puisi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Dalam ajang perlombaan ini, atau biasa disebut Olimpiade Olahraga Seni dan Sastra ( O2SN ) diselenggarakan di kota Sintang,Kalimantan Barat, saat perlombaan ini saya mendapat peringkat ketiga. Bukan hanya kebanggaan saja yang saya dapatkan, tapi juga materi berupa hadiah uang tunai Rp 3.000.000. Satu tahun kemudian, saya telah menghadapi UAN. Dengan usaha dan kerja keras dalam mengerjakan prediksi soal-soal UAN, akhirnya saya lulus. Walaupun nilai UAN saya kurang memuaskan namun saya bangga karena itu hasil kerja keras saya sendiri.
 
 
 
 
PENDIDIKAN SMA HINGGA KULIAH DAN PRESTASI

 

            Lulus dari SMP, saya melanjutkan pendidikan di bangku SMA. Saya mengikuti test seleksi masuk SMAN 01 Sanggau, alasan saya memilih SMAN 01 karena desakan dari orang tua dan terpilihnya SMAN 01 Sanggau sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Sesuai dengan hasil test, saya dinyatakan lulus masuk SMAN 01 Sanggau. Ketika SMA kelas 10, saya telah menunjukan bakat yang saya miliki, saya mengikuti pemilihan Duta Anti Penyalahgunaan Narkoba. Diselenggarakan atas kerjasama antara BNN dan Pemerintahan Kabupaten Sanggau, serta pihak kepolosian. Pada perlombaan tersebut, saya masuk dalam 10 besar finalis terbaik. Karena terikat akan kontrak kerja bersama BNN, saya harus mengadakan sosialisasi tentang bahaya Narkoba bersama finalis Duta Anti Narkoba lainnya di sekolah-sekolah se-Kabupaten Sanggau

 Setahun kemudian, saya naik di kelas sebelas, saat itu saya memilih kelas Ilmu Alam. Pertengahan kelas sebelas, saya kembali mengikuti lomba. Namun kali ini lomba yang saya ikuti sedikit berbeda dari lomba sebelumnya, saya dan kedua teman saya dipilih mewakili sekolah dalam lomba Dongeng Nusantara tingkat SMA se-Kabupaten Sanggau. Dalam perlombaan ini, saya memainkan peran sebagai seorang pria. Ternayata, akting dan cerita yang saya sampaikan dapat membuat saya memperoleh juara 2. Untuk juara 1 diraih oleh teman saya Nadia Arlinda dan juara 3 diraih oleh adik kelas saya Maria Agustin. Dengan kata lain, sekolah saya menjadi juara umum, karena semua kategori direbut oleh perwakilan sekolah saya.

Pengalaman mengikuti berbagai macam lomba sejak SD -  SMA, membuat saya semakin percaya diri dan menambah banyak pengalaman bagi diri saya sendiri, serta kebanggaan yang tak dapat tergantikan..

 

 
Ternyata, masa-masa SMA harus saya akhiri dengan mengikuti UAN. Masa SMA yang penuh kecerian ditutup dengan ketegangan mengerjakan soal UAN. Ketika pengumuman kelulusan, saya tidak berada di kota Sanggau. Saya mengetahui hasil kelulusan dari orang tua yang menelepon saya, dan mengatakan jika saya lulus. Setelah tamat SMA, saya mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SNMPTN ). Pilihan pertama saya adalah Ilmu Hukum – Universitas Diponegoro untuk pilihan kedua saya adalah Ilmu Politik – Universitas Sumatera Utara.
                Tepat tanggal 6 juni 2012, saya membuka website SNMPTN dan melihat nama saya dinyatakan lulus pilihan pertama yaitu Ilmu Hukum – universitas Diponegoro. Hingga saat ini,saya sedang menyelesaikan semester pertama di kalas C, dosen wali saya adalah Pak Budiharto, S.H, M.H.
Disemester pertama kuliah, saya belum aktif untuk mengikuti kegiatan kampus. Kegiatan yang saya ikuti hanya dua, yaitu PMK dan ISAF. PMK adalah persekutuan keagamaan, dimana saya menjadi anggota baru. Sedangkan ISAF adalah sebuah acara yang sedang mencari anggota kepanitian, dan saya mengajukan diri menjadi salah satu panitia ISAF.
SOSOK YANG BERPENGARUH DALAM HIDUPKU
            Prestasi yang telah saya raih dari TK hingga SMA bahkan di Perguruan Tinggi tidak luput dari peran orang-orang yang selalu mendorong saya dari belakang dan membantu saya disaat saya mengalami kesulitan. Sosok pertama adalah Ibu, beliau selalu mengajari saya dari kecil dalam mengembangkan bakat. Sosok kedua adalah Ayah, Ia selalu mengjarkan ku untuk berani dalam menyikapi kehidupan dan jangan pernah membuat malu keluarga. Sosok ketiga adalah semua teman-temanku yang dengan setia menjadi tempat menyampaikan curahan hati. Inilah sosok-sosok terpenting dalam hidupku.
 
KELEBIHAN PADA DIRIKU
            Saya seorang gadis yang ceria dan suka tersenyum kepada orang-orang. Bagi saya ramah pada orang lain akan menciptakan aura serta pandangan positif dari orang lain. Sikap ramah juga akan membantu saya dalam mengembangkan kelebihan saya yang lain. Saya adalah seorang gadis dengan semangat dan penuh kerja keras. Saya selalu ingin menjadi yang terbaik dalam kepanitian pada organisasi yang saya ikuti. Saya ingin segala hal yang akan dilakukan menjadi sempurna, sehingga untuk menggapainya saya tidak segan untuk berjuang diantara senior atau anggota lain yang sudah berpengalaman dibidangnya. Serta untuk mendapatkan prestasi dalam bidang seni dan sastra, segala cara terbaik dan bahkan membahayakan akan saya lakukan untuk mendapatkan sebuah predikat juara.
 
KELEMAHAN PADA DIRIKU
            Dalam kelebihan yang saya miliki, saya juga mempunyai kelemahan yang dapat menghambat saya dalam meraih prestasi. Saya terlalu mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, hingga banyak pihak sering memanfaatkan sifat saya ini. Saya sering menaruh kepercayaan pada banyak orang padahal saya belum terlalu mengenalnya. Hal inilah membuat saya sering putus asa dan kecewa karena tidak jarang ada pengkhianat. Jika dipikirkan maksud saya untuk percaya kepada pihak baru agar ada hubungan harmonis hingga tujuan dapat terlaksana dengn tepat waktu. Namun, ternyata tidak semua maksud baik disambut dengan baik. Hal ini menjadi pembelajaran bagi saya, untuk lebih berhati-hati dalam menaruh kepercayaan pada orang lain.
            Demikianlah autobiografi saya Lisda Dina Uli Pangaribuan, semoga dengan autobiografi ini para pembaca akan lebih mengenal sosok saya, atas waktu yang diluangkan untuk membaca autobiografi saya, saya ucapkan terima kasih.
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS