Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Takut Pintar Malu Bodoh

    Sebelumnya aku tidak pernah memikirkan hal ini sampai sejauh ini. Masalah klasik bahkan basi. Namun, karena pembicaraan kecil di angkot membuat aku tergugah menuliskannya di blog ku. 

Saat aku dan beberapa naposo yang ingin ke gereja, adalh disudut aku,kak debo,bang naldi, dan kak yohana. Aku lupa siapa dan apa yg memulai pembicaraan, tapi yang aku ingat bahwa di Indonesia banyak orang pintar tapi tak didukung. Kenapa, orang pintar banyak di Indonesia? menurut pemahaman yang ku tangkap, ya karena memang tidak ada negara yang seluruh penghuninya bodoh namun ada negara yang seluruh penghuninya dibodohi, parahnya lagi dibodohi karena dia pintar. Kalau orang bodoh terus tambah dibodohi wajarlah ya, tapi karena dia pintar dan dipaksa untuk bodoh itukan kejam sekali.
Orang yang pintar merasa dia berguna jika berada di negeri lain, karena negerinya sendiri tidak menganggap mereka ada. Terus, jika ada penemuan mutakhir yang ada dari luar negeri, pasti orang Indonesia berebut membelinya padahal setelah diselidiki ternyata otak dari pembuat alat tersebut orang Indonesia juga. Tapi orang di seluruh dunia tahunya negara X lah yang pintar bukan penemunya yang dari Indonesia.  
   Sebenarnya, siapa yang salah akan semua ini? Pemerintahnya atau rakyatnya? atau mungkin ada yg merasa Tuhan lah yang salah? Siapa-siapa yang bisa dipersalahkan? 
Gak ada yang mau disalahkan tapi gak mungkin gak ada yang salah. Kalau kata orang dulu, gak mungkin ada asap kalau gak ada api. tapi sebenarnya, apa sih api dari kejadian ini atau lebih enaknya apa sih masalah dari semua ini. Apa masalahnya karena orang Indonesia ada yang pintar, atau karena gak ada yg peduli sama orang pintar atau karena negeri lain lebih cocok menampung orang pintar dari pada negeri kita ini? 
Ya kita sebegai generasi muda yang pastinya ingin jadi orang pintar, sebaiknya renungkan terlebih dahulu. Apakah menjadi orang pintar adalah keputusan yang tepat melihat keadaan negeri ini?
Tapi apakah menjadi orang bodoh membawa kemajuan untuk bangsa ini?
Keputusan kembali ada di tangan anda, hay calon orang pintar dan bodoh!!
   

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Timbang-Menimbang

   Saat manusia diantara dua pilihan yang terlanjur basah, ya terlanjur basah.
Saat manusia yang tanpa sadar mengancam dirinya sendiri, mengangkat kaki ke jurang. Disaat akal sehat tak berfungsi lagi, apa yang akan manusia itu lakukan?
Menangis menyesal, marah, melarikan diri, atau bunuh diri untuk menyudahi semuanya? Jalan mana yang akan dipilih.
Kalau aku manusia itu, yah anggap aja aku manusia X. Aku juga akan berpikir keras untuk mengatasi situasi itu, bahkan jika bisa ku tambah satu lagi pilihan agar aku tak bimbang. Namun jika pilihan aku adalah menangis, apakah masalah akan selesai? Kalau aku marah, siapa yang akan kumarahi? Kalau aku melarikan diri, kemana aku lari? Dan jika aku bunuh diri, apakah aku masuk surga? Kalau toh masuk neraka, kenapa aku bunuh diri?
Terlalu banyak pertimbangan yang akan dilakukan oleh manusia X. Banyak pertimbangan hingga akhirnya masalah baru sudah tanpa sempat mengusir masalah lama, masalah ini seakan bersedia berada disatu tempat, bersempit-sempitan demi menggrogoti pikiranku. Jika waktu diputar, hal apa yang pertama dilakukan oleh manusia X. Agar pertimbangan yang tolol itu tidak perlu ada, yah tapi kembali untuk memutar waktu dan melakukan sesuatu butuh "pertimbangan". Lagi dan lagi, pertimbangan dan pertimbangan yang ujung-ujungnya membawa masalah baru.
Oke, bahkan untuk membuat entri blog yg baru aku juga harus butuh pertimbangan dan aku tidak tahu berapa takaran tepat untuk segala pertimbangan yang kualami. Sekarang, manusia X bertanya pada kalian, atas dasar pertimbangan apa kamu membacan blog ini, dan atas dasar apa kamu mempertimbangkannya??

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS